Barang Antik dan Produk Jadul

wong tegal

Vintage
Veteran
Scanlation team
Kontributor
Verified
Joined
Sep 23, 2013
Messages
824
Ratings
4,315
Points
460
Gender
Male
Tak disangka ternyata di Indonesia pada suatu masa -- tepatnya di tahun 1960-an -- rambut manusia sebagai bahan wig/rambut palsu pernah dihargai Rp 9.000 per kilogram. Sekedar catatan, harga beras pada saat itu sekitar Rp 110 per kilogram. Karena cukup bernilai ekonomi, rambut menjadi incaran pencuri. Di Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, pencuri nekat memotong rambut perempuan yang sedang terlelap tidur. Perempuan tersebut adalah calon pengantin yang keesokan harinya akan menjalani pesta perkawinan.
Di bawah ini kutipan dari harian Kompas tgl 29 Juni 2018. Terima kasih Kompas!
Log in or register to view this content!
 

Bagas

Moderator
Staff member
Scanlation team
Kontributor
Verified
Joined
May 27, 2015
Messages
987
Ratings
2,252
Points
460
Gender
Male
Dulu untuk kegiatan prakarya pasti pake kertas karton warna warni. Ada yang tau kenapa di sebutnya "manila"? Apa cuma di produksi di Filipina?
Sekarang apa sobat masih ada yang pake, biasanya untuk bikin apaan?
Soalnya pas baca novel Alistair, ada tertulis "amplop/map manila". Jadi keingetan deh..:D
 

Liany

Enthusiast
Verified
Joined
Apr 3, 2015
Messages
30
Ratings
87
Points
75
Gender
Female
Dulu untuk kegiatan prakarya pasti pake kertas karton warna warni. Ada yang tau kenapa di sebutnya "manila"? Apa cuma di produksi di Filipina?
Sekarang apa sobat masih ada yang pake, biasanya untuk bikin apaan?
Soalnya pas baca novel Alistair, ada tertulis "amplop/map manila". Jadi keingetan deh..:D
Kalo yang pernah saya baca, manila itu sebutan untuk salah satu jenis serat yg asalnya dari daun pohon sejenis pisang yang aslinya dari Flipina. Mungkin kertasnya dibuat dari serat itu?
kalau betul, produksinya gak harus di sana, pohonnya gak mungkin cuma ada di Filipina, walaupun asalnya dari sana.
 
Top