Mainan2 Jadul

Awee

Nostalgic
Kontributor
Best Comment
Joined
Jan 19, 2021
Messages
275
Reaction score
585
Points
148
Gender
Male
Tanya mas @wong tegal & mas @Awee ah; apa kecilnya pernah kenal benang gelasan?
Kalau kenal sih pasti, Mbak...😁

Waktu kecil pernah coba bikin sendiri (bertekad untuk tidak beli), pecahan beling ditumbuk sampai halus, kemudian benangnya dilumuri lem, selanjutnya dibenamkan ke "tepung" beling yang sudah ditumbuk halus tadi.
Karena masih "amatir" membuat benang galasan (kami menyebutnya galasan), akibatnya benangnya jadi malah berat (maklum, ukuran "tepung" belingnya campur aduk, nggak rata halusnya, malah masih ada yang ukurannya sebesar kepala jarum pentul....:LOL:), nggak bisa menerbangkan layangannya....:ROFLMAO::ROFLMAO: Layangannya nggak mau naik-naik.....:ROFLMAO::ROFLMAO:
 

wong tegal

Collector
Veteran
Scanlation team
Kontributor
Joined
Sep 23, 2013
Messages
1,070
Reaction score
5,769
Points
553
Gender
Male
Eh, dapat mention dari bu bebek... :)
Tentu saja saya pernah kenal dengan benang gelasan dan kegunaan dari benang gelasan karena masa kecil saya pernah terisi dengan kegiatan main adu layangan. Ditempat saya adu layangan namanya sangkutan layangan.
Saya bahkan pernah membuat sendiri benang gelasan. Untuk benang saya gunakan benang renda putih cap jagung. Benang tersebut saya gulung dulu pada uang lima rupiah. Bahan lain: serbuk kaca, ancur sebagai lem pelekat, angkak/pewarna makanan (agar benang gelasan menjadi berwarna) dan air. Hasilnya satu kali menang selanjutnya kalah terus. Usut punya usut ternyata serbuk kacanya banyak yang lepas dari benang ketika digunakan untuk sangkutan yang pertama. Karena hasilnya tidak begitu baik untuk selanjutnya saya lebih suka membeli benang gelasan yang harganya waktu itu satu gelok kecil rp 30,- (yah... sesuai budget yang saya punya)
Kalau sekarang banyak beredar senar gelasan (bukan benang gelasan, ya). Penggunaan senar gelasan sebenarnya berbahaya. Bahayanya adalah apabila layangan tersangkut pada kabel listrik. Ketika senar hendak diputus dengan cara menarik senar bisa jadi kabel listrik yang tersangkut layangan akan menempel pada kabel listrik disebelahnya akibatnya senar akan teraliri listrik. Selain itu penggunaan senar gelasan sering merusak antene TV. Saya pernah mengganti antene TV sampai tiga kali gara-garanya ada layangan yang menggunakan senar gelasan mengajak adu sangkutan dengan antene TV saya. Akhirnya agar antene TV tidak diajak adu sangkutan saya pasang antene TV baru di bawah genteng di atas plafon.
Sebenarnya banyak yang bisa saya ceritakan tentang keseruan main layangan beserta strategi dalam memenangkan adu layangan dan kecurangan-kecurangan dalam adu layangan tapi itu bisa menghabiskan satu atau dua halaman. Jadi saya cukupkan saja sampai di sini, ya. Terima kasih sudah membaca komen saya. Cherio... 🙋‍♂️
 

wong tegal

Collector
Veteran
Scanlation team
Kontributor
Joined
Sep 23, 2013
Messages
1,070
Reaction score
5,769
Points
553
Gender
Male
Ini adalah biji mahoni. Dulu pada waktu masih SD saya dkk sering menggunakan biji mahoni ini sebagai alat permainan. Caranya adalah ujung yang tipis dari biji mahoni dipegang dan dilempar ke atas dengan sekuat tenaga. Ketika biji mahoni ini jatuh dia akan berputar-putar seperti baling-baling helikopter. Permainan yang murah meriah. Senangnya dapat, olahraganya pun dapat sehingga badan menjadi sehat.
Selain digunakan sebagai alat permainan biji mahoni bisa digunakan untuk mengerjai teman. Caranya adalah bagian yang tebal dikupas kemudian dikeluarkan bagian dalamnya (lihat yang dilingkari warna merah). Nah, bagian yang ini kemudian dioleskan ke biskuit setelah itu biskuit yang sudah diolesi diberikan kepada target. Rasanya pahit bro seperti brotowali. :)

mahoni1.jpgmahoni2.jpg
 
Top