Barang Antik dan Produk Jadul

idanora

Retro
Scanlation team
Kontributor
Joined
Jun 23, 2015
Messages
413
Reaction score
1,851
Points
273
Gender
Female
Jaman dulu di pantat alat elektronik ada tombol geser untuk milih 110 dan 220. Lupa geser, gosonglah sudah 😁

Betul, dulu kami juga punya trafo utk alat2 yg masih tegangan 110. Saya tidak tau apa yg dilakukan bapak saya pada mixernya, tapi mixer itu tidak butuh trafo sampai sekarang.

Waktu ngaduk roti itu sampai disiapkan jam beker untuk ngitung sudah 20 menit apa belum. Bonusnya saya boleh jilatin adonan manis yg nempel di besi mixer (sebelum dicuci, karena tiap adonan baru harus dlm kondisi bersih) 🀣

Plus ngemplok roti yg pertama matang. Sampai sekarang saya hanya doyan roti angkatan pertama, setelah itu eneg 😁
 

idanora

Retro
Scanlation team
Kontributor
Joined
Jun 23, 2015
Messages
413
Reaction score
1,851
Points
273
Gender
Female
Chopper dan food processor dulunya apa ya? Belum ada di gambar, mas @richie200671 ...

Dulu saya nyuci gak pakai papan penggilasan, langsung pakai mesin cuci cap jari. Kuatir tangan kapalan? Setelah 10 thn pakai mesin cuci, tangan saya bisa alus lagi kayak perut kucing 😁
 

richie200671

Collector
Veteran
Scanlation team
Kontributor
Joined
Sep 23, 2013
Messages
1,561
Reaction score
4,761
Points
628
Gender
Male
Chopper dan food processor dulunya apa ya? Belum ada di gambar, mas @richie200671 ...

Dulu saya nyuci gak pakai papan penggilasan, langsung pakai mesin cuci cap jari. Kuatir tangan kapalan? Setelah 10 thn pakai mesin cuci, tangan saya bisa alus lagi kayak perut kucing 😁
Chopper dan food processor dulu itu namanya : GOLOK buat nyincang 🀣🀣🀣🀣
 

Awee

Retro
Scanlation team
Kontributor
Best Comment
Joined
Jan 19, 2021
Messages
374
Reaction score
928
Points
208
Gender
Male
Barang jadul tapi sekarang masih banyak yg pake......πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ€£πŸ€£πŸ€£
Benar sekali Mas @richie200671....:ROFLMAO:
Terutama untuk "blender", jadi teringat waktu bocah dulu nemenin almarhumah ibu belanja di pasar (tradisional tentunya....:LOL:), kalau beli bumbu (untuk gulai, rendang, dan semacamnya) selalu dalam bentuk "aslinya".
Fast forward tigapuluh tahun kemudian, saat mengunjungi penjual bumbu dapur, semua sudah dalam stoples besar dengan label "bumbu rendang", "bumbu opor", "bumbu gulai", "bumbu kari" dan lain sebagainya dengan warna yang sangat "ceria"....😁 Semua sudah diblender dan kalau beli tinggal menyebutkan, misalnya "Rendang untuk satu kilo daging...", bumbu yang sudah dalam bentuk adonan tersebut ditakar oleh sang penjual.... (rasanya Mbak-mbak di ZD pasti juga tahu hal ini....πŸ˜†)
Hanya saja, mendiang ayah saya tidak begitu suka bumbu dari blender semacam itu. Jadi kalau beliau ingin rendang atau kalio, sejak ibu wafat, saya biasanya mengulek bumbu-bumbunya secara "manual" nggak pake blender.....:ROFLMAO::ROFLMAO:
 
Top