Bioskop dan Kenangannya

sukentang

Nostalgic
Verified
Joined
Oct 26, 2014
Messages
109
Ratings
156
Points
135
Gender
Male
#57
Waktu SD nonton bioskop, harga tiketnya lucu, Rp1.050,00. Seribu lima puluh rupiah :LOL:. Sebelum mulai, bisa main puzzle bubble dulu di luar.
 
Joined
Feb 3, 2018
Messages
25
Ratings
67
Points
35
Gender
Male
#58
dikota kecil saya dulu ada 3 gedung bioskop.
1. Bioskop Asia kebanyakan memutar film2 barat 70% dan Mandarin 30%. (hrga tiket termahal)
2. Bioskop Jelita film Barat 30%, Indonesia 60% , Mandarin/India 10% (hrg tiket medium)
3. Bioskop Purnama Indonesia 40% , Mandarin/India 40%, Barat 20% (hrg tiket paling murah)
ada mobil yang keliling pakai speaker yg memberitahukan nanti malam ada film baru dibioskop, sambil kasih selebaran poster filmnya yg segede kertas A4 (suka dikumpulin buat sampul buku tulis:love::love:)
 

Johan1975

Nostalgic
Verified
Joined
Mar 31, 2018
Messages
144
Ratings
250
Points
100
Gender
Male
#59
Ngomongin bioskop, di deket rumah saya di Malang, ada satu bioskop yg menurut saya cukup unik dan saya belum menemukan yg serupa di kota lain. Namanya Kelud Theater.

Kenapa saya bilang unik? Karena ketika kita masuk ke bioskop ini, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang aneh di dalamnya. Dibilang gedung bioskop murni, enggak. Dibilang misbar ("gerimis bubar") doang juga enggak. Jadi saat membeli tiket, kita dihadapkan dengan dua pilihan manis dan cukup memeras otak waktu itu, untuk saya yang masih SMP dan beranjak menjadi SMA, dengan uang saku yang pas-pasan. Karena ada tiket ekonomi dan tiket VIP (mirip dah kayak di stadion bola).
Untuk tiket ekonomi yang seingat saya waktu itu harganya 75 perak dan melejit menjadi 125 perak, kita akan mendapatkan posisi duduk di lantai dasar. Persis di depan layar bioskop yg guedeee dan tinggi banget. Layar bioskop itu sendiri terbuat dari tembok semen yang dicat putih. Sementara untuk tiket VIP yang seingat saya harganya sekitar 200/300 perak, kita akan mendapatkan posisi di balkon, di lantai dua.

Berbicara fasilitas :
- Untuk kelas ekonomi, kita harus puas duduk di atas kayu balok yang panjang-panjang. Sekitar 3 meter-an panjang per baloknya. Dan ada 3 deret kursi balok yang berjajar ke arah belakang. Deretan balok kiri, kanan dan tengah.
- Untuk kelas VIP, kita akan mendapatkan kursi busa yang lebih empuk. Tapi kursinya udah pada robek-robek, bonus digigitin nyamuk dan kutu busuk.
- Untuk kelas ekonomi, kita pun harus puas menonton film dengan beratapkan langit. Kalo pas cerah ya aman2 aja. Tapi kalo pas hujan, bubaaar.. Mesti berlarian ke sana-ke mari (dan tertawa 😄), buat nyari tempat berteduh di bawah balkon sambil tetep nonton filmnya. Tapi ada penonton ekonomi yg tidak kehilangan akal. Walo hujan, tetep semangat nonton film, duduk di kursi balok dengan membawa "payung dan jas hujan" 😂😂😂.
- Untuk kelas VIP tidak akan kehujanan karena ada atapnya. Kelemahannya, selain berteman dengan hewan "kecil, buas dan penghisap darah", adalah tiupan angin yang kencang, karena posisi balkonnya cukup tinggi. Sejajar dengan layar bioskop.. Padahal layarnya itu tergolong gedhe dan tinggi. Alhasil, kalo nggak kuat kena angin, pulang nonton pasti langsung kerokan.

Keunikan lain dari Kelud Theater ini adalah, disediakannya kios2 permanen untuk orang berjualan. Dan posisi kiosnya dalam "gedung" bioskopnya loh, bukan di luar. Wkkkk.. Jadi bisa dibayangkan toh anehnya? Ada gedung bioskop yang merupakan perpaduan balkon style dengan misbar style, plus kios2 orang berjualan di dalamnya. Posisinya kios adalah di sebelah kiri deretan kursi ekonomi. Belum lagi masih ditambah adanya penjual krupuk dan cemilan lain yang bebas berkeliling di dalam bioskop.. Saking gedhenya bioskop itu. Dan sampe sekarang saya masih ingat jeritan penjual krupuk itu, "krupuk, krupuk, krupuk.... krupuk, krupuk, krupuk" (dengan nada tingginya yg khas dan cepat tanpa jeda). Kalo kita pengen ke toilet, nggak usah jauh-jauh. Karena di deket kios2 makanan itu juga disediakan toilet umum yg uhuuuuy lah aromanya.. 😁

Pernah satu kali saya nonton pas Tahun Baru. Tiketnya sekitar 1500 perak, bisa nonton 3 film langsung dan katanya berhadiah sepeda mini. Saya terlambat datang, dan harus puas duduk di depan sendiri karena penuh bioskopnya. Dan capek pun melanda karena sepanjang 3 film itu saya mesti ngedongak terus ke layar. Posisi kursi depan terlalu dekat dengan layar.. hahaha. Dan sampe akhir film, setelah diundi, nggak ada satupun penonton yang dapet sepeda mini. Cuma PHP (lha iya lah. 1000 perak minta sepeda.. 😂).

Tapi jangan salah, film2 yang diputer juga bermutu loh, walo tiketnya bisa dibilang murah, dan film2 itu udah sangat telat untuk diputer di bioskop. Tapi masih ada film Jet Li sampe Jacky Chan. Tidak lupa film action juga suka diputer. Dan yang spesial, tiap hari Senin malam, warga kampung sebelah rumah pasti akan berduyun-duyun untuk nonton film India di bioskop ini (siap2 nyari pohon dah, buat petak umpet. Hihihi). Dari Ibu-Ibu yang bawa anaknya sampe Bapak-Bapak, pada demen nonton film India. Paket lengkap dah..

Namun sayang, dengan munculnya teknologi VCD kala itu, satu demi satu bioskop di Malang akhirnya gulung tikar. Termasuk Kelud Theater ini, salah satu bioskop favorit saya di kala bokek 😢.. Walopun sekarang udah mulai bermunculan lagi bioskop2 bagus di Malang, namun kenangan aneh dan unik tentang Kelud Theater tak akan terlupakan.
So, demikian pengalaman saya tentang yang namanya bioskop. Terutama di kota Malang.. Terima kasih.. Happy movie time.. 😄
 
Last edited:

Bech

Nostalgic
Verified
Joined
Apr 10, 2018
Messages
101
Ratings
218
Points
85
Gender
Female
#60
Aku paling alergi kalo diajak nonton film di bioskop.. kenapa? Karena ada pengalaman buruk bab nonton di bioskop..

Seingatku aku sma waktu itu.. seorang temen cewek minta aku menemaninya nonton film di bioskop. Kalo nggak salah namanya bioskop Garuda. Aku seh iya iya aja.. ternyata temanku itu janjian nonton sama gebetannya.

Lanjut kisah.. masuklah kita bertiga dan menunggu filmnya diputar.. yang menjengkelkan ternyata yang duduk di sebelahku orang yang sangat usil, seenaknya saja tangan mampir di paha (kalo istilah sekarang pelecehan tuh orang) dan tentu saja secara refleks aku lempar balik tangan orang tsb.. dan aku udah ambil ancang2 nihh kalo tangannya balik bakal tak patahin beneran (kala itu masih aktif2nya ikut beladiri)..

Hadeehh.. akhirnya gak tau deh crita filmnya seperti apa.. yang jelas sejak saat itu aku kapok deh ke bioskop.

Yang nyebelin lagi.. seorang temen dekatku ngakak nggak abis2 waktu aku critain.. katanya ngapain nonton di bioskop kayak gitu.. mana aku tau.. yang aku tau kan hanya nemani teman aja.. bener2 gak beruntung deehh..😒
 
Top