Jenis Komik

Jenis Bacaan Komik Yang Paling Anda Gemari :

  • Komik (Indonesia)

  • Comics (Eropa)

  • Manga (Jepang)

  • Manhua (Tiongkok)

  • Manhwa (Korea)


Results are only viewable after voting.

denny prayoga

Nostalgic
Joined
Oct 3, 2013
Messages
172
Reaction score
252
Points
88
Gender
Male
Gambar manga lebih kompleks meski tdk berwarna, lebih bisa menyentuh perasaan karena lebih imajinatif. Gambar juga bisa beraneka ekspresi untuk satu tokoh saja sehingga lebih menarik.
 

kresnaw

Collector
Veteran
Kontributor
Joined
Sep 7, 2013
Messages
1,230
Reaction score
4,477
Points
573
Gender
Male
Tetap komik eropa..:cool: Komik amerika hanya didominasi oleh cerita superhero (maklum dengan egonya orang amrik..hehhe). Komik eropa lebih membumi. Not really into manga. Sempat kecanduan Kungfu Boy dan Doraemon...
 

AyuNuni

Nostalgic
Joined
Sep 16, 2017
Messages
104
Reaction score
195
Points
78
Gender
Female
Komik yang sering saya baca itu komik jepang alias manga, dl itu bacanya pinjem punya tetangga yang sering libur k jakarta, maklum d desa mana ada yg jualan komik jaman dl..
 

sukentang

Nostalgic
Kontributor
Joined
Oct 26, 2014
Messages
259
Reaction score
396
Points
153
Gender
Male
Kalo manga dulu taunya karya Osamu Tezuka. Lumayan, di tengah2 banjir komik Eropa (di tempat saya), dan wayang lokal. (Padahal manga2 top dulu macam doraemon, hajime no ippo, dsb harusnya udah masuk ya?)
 

Edywei

Enthusiast
Joined
Oct 13, 2019
Messages
38
Reaction score
62
Points
48
Gender
Male
Jelas manga dan manhua, karena lbh banyak terbit waktu kecil, kalau komik eropa ada cuma jauh lebih sedikit
 

SemutMadu

Greenhorn
Joined
Nov 2, 2017
Messages
28
Reaction score
44
Points
43
Gender
Female
Jaman SD - SMP suka comics seperti Nina, Tintin, Lucky Luke.
Jaman SMP - SMA suka Manga seperti Kungfu Boy, Candy Candy
Sekarang sukanya baca yg di webtoon, seperti True Beauty (termasuk Manhwa ya?)

intinya tergantung supply yang tersedia
Kalo ketemu Nina ya pasti bakal baca ulang šŸ˜‰
 

nhr2710

Nostalgic
Joined
Feb 13, 2014
Messages
225
Reaction score
654
Points
178
Gender
Male
Kalau untuk gambar dan cerita, saya lebih suka komik Eropa, mungkin karena suka baca itu waktu kecil.

Kalau adegan berantem, manhua Hongkong sepertinya masih belum tertandingi, setidaknya bagi saya
 
A

Anonim 2524

Guest
Gue termasuk Kutubuku maniak, jadi sebenarnya dari negara manapun gue gak peduli, asal gak ada bacaan, yg mana yg ada gue sikat.
Tetapi karna ini diminta pilih, jelas urutan pertama gue komik eropa, karna jaman gue waktu kecil manga blm terkenal, pilihannya saat itu cuma komik2 eropa dan komik indo. Komik indo walau dari kecil dah gue baca tapi tidak masuk ketegori yg gue gemari karena jujur saja kwalitas penggambarannya jelek banget, apalagi rata2 serba hitam putih dimana hampir semua pengarang komik indo goresannya kasar, tidak detail dan ujungnya tiap layer gambar kebanyakan item mulu, perhatikan saja bahkan bola mata para tokohnya itu bykan item full, putihnya kagak ada kecuali saat wajahnya zoom in. Tokoh2nya tiap gbr kdg sering tdk serupa. Jadi jika dibandingkan dgn komik eropa saat itu bener2 beda jauh kelasnya, full colour, gbr sangat detail, penggambaran tiap tokoh2nya selalu konsisten. Belum lagi dari segi ide & unsur ceritanya, benar2 menggoyang imajinasi & gak habis pikir bagaimana bule2 ini bisa berkhayal hingga sejauh itu. Pokoknya sangat2 berkelas.

Komik2 indo yang sangat saya sukai hanya komik2 bertema superhero, godam, gundala, pangeran mlaar, maza, jin kartubi dll. Yah wajar ajalah, remaja saat itu selalu butuh tokoh2 idola superhero haha. Tetapi sejak manga booming, boleh dikatakan komik indo otomatis saya tinggalkan dan lebih banyak membaca komik2 erops/manga, sedangkan saat itu saya sudah mulai beralih lebih menggemari novel2 silat Kho Ping Hoo, Khu Lung, Gan KL, Cin Yung, dll. Tentunya termasuk novel2 kegemaran gue Enid Blyton semuanya gue sikat tanpa terkecuali ditambah novel2 Shidney Sheldon, Hardy Boys, Agatha Christie, dll

Manga saat itu dulu walau hitam putih, seperti kujelasin diatas tentang komik eropa, sudah mulai menyangin dari segi penggambaran, variasi cerita, dll. Semakin bertambah umur dan semakin berkurangnya komik2 eropa, pilihanku jatuhnay cuma tinggal baca manga saja kebanyakan.

Untuk manhwa china jelas komik karangan Tony Wong itu rajanya, kurasa itu gak usah dibahas lagi, tetapi tetap kekuranganya 1 utk manhwa temanya rata2 cuma silat, jadi variasinya sangat jauh dibandingkan komik eropa/manga.

Sedangkan manhwa korea, jujur aja, kelasnya gak beda jauh dgn komik2 indo, penggambaran kasar, menangnya ide cerita masih mending.
 

irwanramones

Retro
Donatur
Scanlation team
Kontributor
Joined
Nov 25, 2021
Messages
347
Reaction score
443
Points
203
Gender
Male
komik eropa lebih berkesan karena jaman dulu komik jepang blm ada kayanya, dan komik eropa paling seputar terbitan cypress
kalau komik indonesia,dideket rumah nenek saya ada tempat sewaan buku (taman bacaan) jadi kalo pas lagi nginep dirumah nenek pasti sore nya mampir ke situ bareng teteh sepupu buat nyewa komik, rata2 yg disewain komik2 superhero indonesia
 

Jun123

Enthusiast
Kontributor
Joined
May 17, 2022
Messages
76
Reaction score
82
Points
53
Gender
Male
Ketika saya SD, komik2 manga mulai menyerbu kios2 pedagang komik.
Jadi saya banyaknya membaca komik manga spt kungfuboy dan kawan2nya.

Walaupun seneng dg komik manga, tp masih ada komik2 lokal koleksi abang saya yg akhirnya saya baca juga..
Kesan baca komik lokal pd saat itu:
1. Sadis. Kebetulan bacanya komik silat, diceritanya ada adegan sabet tangan sampe putus dan kepala sampe buntung (saya lupa judulnya)
2. Serem. Kebetulan juga bacanya komik petruk yg cerita hantu.

Akhirnya saya ogah baca komik lokal krn bikin saya takut, ketika SMP baru mulai berani baca komik2 lokal dan mulai seneng juga komik eropa spt asterix dan lucky luke.
 

sieking

Greenhorn
Joined
Aug 8, 2022
Messages
14
Reaction score
55
Points
31
Gender
Male
Masih ingat waktu SD bacaannya cuman Bobo dan Donal Bebek, setelah SMP masih berlanjut namun bertambah dengan komik petruk dan semacamnya. Setelah SMA dan beranjak dewasa bacaannya tetap tapi bertambah dengan macam-macam komik,cersil, majalah hampir semua dilalap, sampai sepetinya sdh tdk ada bacaan. Bahkan sampai dibaca ulang lagi.
Novel adikpun akhirnya dibaca juga, bahkan novel dipersewaanpun disewa juga.
Sekarang sih mulai baca-baca ulang komik-komik yg didapat dari web, lumayan buat nostalgia.
 
Top