Wiro Sableng
Wira Saksana, digambarkan sebagai pemuda gagah, berambut gondrong, memiliki mata tajam, alis yang tebal, dan wajah yang memancarkan aura ceria namun sedikit nakal.
Menurut saya termasuk tokoh fiksi yang memesona,
charming, mungkin lebih tepatnya chaotic charm. Ke
charming'an Wiro terbukti dengan para wanita hebat dan cantik yang terpesona akan beliau ini... Nah karena itu beberapa wanita nya saya masukkan sini juga sebagai kategori tokoh fiksi yang "Cantik".
Bidadari Angin Timur
Nama aslinya Pandan Wangi. Di buku dideskripsikan sebagai Pendekar cantik dengan rambut pirang sepinggul dan berlesung pipit. Julukan “Bidadari Angin Timur” diberikan karena kecantikannya seperti bidadari, dan gerakannya cepat seperti angin timur. "HTS" nya Wiro ,karena Wiro juga mencintainya meskipun gak pernah ada kejelasan gimana hubungan mereka selanjutnya. Dia selalu cemburu ke
Ratu Duyung, kecemburuan nya ke Ratu Duyung kayak super banget di banyak cerita, dia menganggap Ratu Duyung mampu menyaingi dia dalam menggaet Wiro... Kalau wanita lain yang dekat dengan Wiro seperti Anggini dan Puti Andini, dia tidak menganggap mereka saingan berat... Meski begitu dia pernah menangis terus2an saat mendengar kabar Wiro menikahi Luhrembulan (sebenarnya gak beneran nikah sih).
Ratu Duyung
Sering digambarkan sebagai gadis cantik bermata biru, gak jelas lah hubungannya dengan Wiro, kayaknya sama2 suka juga. Sering bikin Bidadari Angin Timur dan
Bunga merasa cemburu.
Bunga
Gadis cantik dari dunia lain yang jatuh cinta kepada Wiro... Karena berwujud roh, Bunga mampu menampakkan diri dengan wangi semerbak bunga kenanga. Wiro pernah secara langsung menyatakan cinta kepadanya.
Anggini,
Murid Dewa Tuak. Hanya disebut "gadis cantik jelita", belum ketemu deskripsi kecantikannya kayak wanita wiro yg lain.
Guru anggini dan sinto guru Wiro menjodohkan mereka, kalau di novel mereka ini hanya seperti teman aja sih, bersaing, lalu muncul kagum... Tapi Anggini diam2 mencintai Wiro, sedangkan Wiro lebih menganggap Anggini sebagai adiknya.
kalau di sinetron sih sama-sama cinta dan kayaknya memang mau dijodohkan sutradara.
Puti Andini
Bergelar sebagai Dewi Payung Tujuh, cucu dari Tua Gila dari Andalas, mantan pacar eyang Sinto gendeng, pewaris Pedang Naga Suci 212.
Digambarkan sebagai gadis muda yang sangat cantik, dengan wajah segar, pipi dan bibir merah merona alami, alis hitam pekat, bulu mata lentik, dan rambut tergerai yg panjang hitam, Kulitnya putih bersih dan kencang, sementara pakaiannya berganti antara merah, biru, hijau, dengan hiasan bunga kuning.
Puti Andini awalnya datang ke Tanah Jawa dengan misi memburu dan menghabisi Wiro. Namun alih-alih melaksanakan tugas nya, ia justru terpikat pada Wiro. Namun ia memilih menyembunyikan perasaan nya, mengalah karena merasa kagum pada cinta sahabat nya, Anggini ke Wiro.
Nilamsuri/Nilamsari
Nama di buku Nilamsuri, di sinetron Nilamsari, tapi tetap merujuk kepada orang yg sama, yaitu putri dari salah satu musuh besar Wiro, Kalingundil. Deskripsi nya hanya "Gadis cantik 16 tahun berbaju biru". Bisa dibilang dia ini cinta pertama Wiro sejak turun gunung, penampilan nya hanya ada di buku pertama wiro, 4 Berewok Dari Goa Sanggreng, karena di akhir buku dia meninggoy dan dikasih tanda tangan 212 di buah dada nya oleh wiro
Luhcinta
Disebutkan bahwa dia adalah gadis yang sangat cantik, bahkan kecantikannya membuat iri para Peri di Negeri Atas Angin...
Wiro pernah mengaku kalau dia tertarik pada Luhcinta... Sedangkan Luhcinta tidak mengakui bahwa dia ada perasaan ke Wiro, tapi dia adalah salah satu wanita yang menangis patah hati saat mengetahui Wiro menikah dengan Luhrembulan.
Luhtinti
Wiro menggambarkan Luhtini, gadis berkulit hitam manis, memiliki wajah cantik jelita dan tubuh yang sangat bagus dan menggairahkan (karena mereka sama-sama bugil).
Luhtini pernah ngajak Wiro untuk "Kawin" tapi wiro gak mau, karena kata Wiro, perkawinan adalah sesuatu yang suci dan sakral, Mana mungkin mereka kawin seperti kucing atau ayam begitu saja.
Sri Kemuning
Digambarkan sebagai perempuan muda berusia sekitar dua puluh tiga tahun, berwajah cantik jelita, murah senyum, mengenakan pakaian jingga. Rambut kecoklatan diikat dengan sehelai setangan di atas kepala hingga wajahnya yang bujur telur terlihat mulus menawan.
Dia ini istri orang sih, istri adipati salatiga, Wiro pernah menolong nya, mau melepaskan totokan, tapi dimarahi jangan pegang, akhirnya wiro gak pegang, tapi malah melepaskan totokan nya pakai kecupan di leher, yang bikin sri kemuning jadi senyum2 kalau ingat kecupan nya.
____________________________
Si Buta Dari Gua Hantu
Alias Barda Mandrawata , Dia sering digambarkan sebagai pria yang memesona, banyak wanita kepincut , tapi Barda nya nggak ladenin, perasaan dia udah terkubur bersama Marni , bahkan diceritakan ada beberapa wanita yang sempat melucuti baju bersisik nya dan hampir "memerkosa" Si Buta. (yang di film jaka sembung vs si buta, itu Si Buta Dari Gunung Iblis, padahal sebenarnya memang jaka sembung vs si buta dari gua hantu kalau versi komik nya, di film itu karena hak cipta jadi nya diganti jadi Si Buta Dari Gunung Iblis)
Marni Dewiyanti,
tunangan Barda alias Si Buta dari goa hantu, kalau di komik dia dibunuh di awal2, jadi pemicu Badra untuk berkembang ... Kalau di film Bangkitnya Si Mata Malaikat beda lagi, Marni jadi tokoh utama, diperankan Rani Soraya, disini Marni nya sering gerah kayaknya, suka buka baju