Seting lokasi awal novel berjudul "Perjanjian Dengan Maut" berada di Tegal, waktunya sekitar masa pendudukan jepang hampir berakhir, pendudukan jepang membawa “berkah” tersendiri bagi kota Tegal. Di kota itu didirikan Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT). Sekolah tersebut melatih calon perwira kapal kayu untuk militer Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, Tegal menjadi kota pelabuhan yg sangat penting bagi Republik Indonesia. Banyak pelaut dari SPT Jakarta dan Semarang datang ke Tegal. Di antara mereka bahkan menjadi bagian dari Pangkalan IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yg bermarkas di Tegal. Kala itu Pangkalan IV dipimpin Darwis Djamin, yg menjadi panglima sejak zaman Laksamana III Mas Pardi menjadi Kepala Staf Umum Angkatan Laut RI. Darwis Djamin termasuk perwira yg setia kepada Mas Pardi. Namun, Tegal bukan satu-satunya kota yang punya SPT di zaman Jepang. Jakarta dan Semarang juga mempunyainya.
Bencana tanah bergerak di Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus meluas bahkan sampai ke Semarang. Semoga seluruh warga yg terdampak senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Pray for Tegal.