Dasa Tembang Lawas 1970s

Jack Lesmana (8 Okt 1930 – 17 Jul 1988)
Jack Lesmana terlahir dengan nama 'Jack Lemmers' dari ayah seorang madura dan ibu yang berdarah campuran jawa dan Belanda. Ia menggunakan nama "Lemmers", mengikuti nama ayahnya yang diguna pakai oleh seorang Belanda. Pada awal dekad 50-an, ayah dari Indra Lesmana dan Mira Lesmana ini mula kelihatan berkutat dengan muzik jazz dengan membentuk Jack Lesmana Quartet yang antara lain disokong pemain piano berbakat, Bubi chen. Selanjutnya, kumpulan ini lalu berubah menjadi Jack Lesmana Quintet. Salah satu karya Jack yang bisa kita nikmati sampai saat ini adalah Api Asmara miliki Rien Djamain serta Semua Bisa Bilang milik Mergie Segers. Vokal Rien membuat Api Asmara terdengar resonansinya. Ia menyatu dengan komposisi dalam album dan melengkapi kepingan-kepingan nada yang ada dengan sangat paripurna lebih punya nyawa tak cuma terdengar berkualitas, akan tetapi juga menyimpan sisi emosionalnya masing-masing. Ada cerita, kenangan, maupun harapan dan semua bisa muncul berkat suara Rien yang lembut dan manja.
Rien Djamain & Jack Lesmana Combo- Api Asmara - 1975
Yahya
 
Semua Bisa Bilang milik Mergie Segers
Margie Segers, salah satu jazz singer legendaris Indonesia, yang memulai kariernya pada tahun 1974 dengan lagunya yang berjudul "Semua Bisa Bilang". Meski begitu lagu "Semua Bisa Bilang" baru dirilis dalam bentuk album pada tahun 1990 di album "Kesepian" adalah Bubby Chen, Jack Lesmana juga Mang Udel adalah deretan nama para maestro jazz tanah air yang banyak memberikan bimbingan kepada Marge Segers sehingga menjadi penyanyi jazz legendaris tanah air.
Hal inipun membuat nama Margie disebut sebagai Bunda Jazz Indonesia dan Jack Lesmana (ayah Indra Lesmana) disebut pelopor musik Jazz Indonesia.
Margie Segers - Semua Bisa Bilang - 1975
Charles Hutagalung
 
Yudhistira anm Masardi atau Yudhistira ardinugraha
Seperti Taufik Ismail, Yudhis atau Yudhistira ANM Masardi juga menulis lirik untuk lagu, bekerjasama dengan duo kakak beradik Franky Sahilatua & Jean Mauren Sahilatua atau Franky & Jane pada 1978 membuat album Musim Bunga.
Album Musim Bunga ini memang bukan album pertama mereka, tapi album inilah yang menjadi titik awal popularitas mereka yang luar biasa. Album ini sukses besar di pasaran, dan bukan hanya bagus di sisi komersial tapi sekaligus menjadi salah satu album terbaik mereka. All time hits dari album ini yang masih dikenal dan sampai sekarang banyak dinyanyikan yaitu "Musim Bunga", "Bis Kota", dan "Perjalanan".
Franky & Jane - Perjalanan - 1978
Yudhis & Franky
 
Widuri merupakan lagu yang ditulis Slamet Aryadi dan dibawakan Bob Tutupoly pada 1976. Lagu ini dinyanyikan Bob saat dirinya kembali ke Indonesia usai mengadu nasib di Amerika Serikat.

 
The Hollies
Jika menggabungkan Rolling Stone dan Hollies akan menjadi Rollies, itulah asal usul band musik itu tercipta. The Rollies adalah band yg melegenda dengan karakter kuat para personilnya. Prestasi mereka "serba pertama." Grup band tanah air yg pertama kali rekaman di luar negeri, yg pertama menggabungkan unsur musik tradisional dengan aliran modern, yg pertama menjadikan drummer sebagai vokalis, dan yg pertama kali merekam album secara live. Sayangnya, mereka juga grup band pertama yg memakai narkoba.
Lagu yg paling terkenal adalah "Kau Yang Kusayang", makna lagunya bisa beranggapan tentang ketulusan cinta seseorang yg mendalam dan rasa syukur atas kehadiran seseorang yg menjadi pendamping setia dirinya yg menjadikan hidupnya lebih bermakna. Tapi bisa juga diartikan cinta seorang hamba kepada Tuhan.
Cinta yang tulus di dalam hatiku
Tlah bersemi karenaMu
Hati yang suram kini tiada lagi
Tlah bersinar karenaMu

Bait ini menyatakan cinta yg tulus kepada Tuhan bisa memberikan penerangan kepada hati yg suram dan juga memperoleh kedamaian batin. Karena Tuhan adalah satu2nya tempat bergantung bagi seluruh makhluk dalam segala keadaan, kebutuhan, dan permasalahan.
Semua yang ada padaMu
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu hanyalah untukMu
Seluruh hidup dan cintaku

Manusia adalah makhluk yg lemah dihadapan Tuhan. Ketidakberdayaan, ketidakmampuan manusia, wujud kepasrahan manusia kepada Tuhan.
Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan Kau biarkan cintaku
Yang tulus suci hanya padaMu

Biarkan hujan membasahi bumi bisa diartikan meski cobaan dan rintangan berdatangan. Atau bulan yg tiada berseri artinya kesusahan dan kesulitan terjadi pada dirinya. Itu tak menjadi halangan untuk tetap tulus beribadah kepada Tuhan.
Kekuatan terbesar dalam hidup ini adalah cinta. Banyak hal yg terkadang menjengkelkan, melelahkan, dan dihindari orang ternyata dapat dilakukan dengan setia oleh seseorang. Karena cinta membuat cara pandang mereka berbeda. Meski menggendong itu terasa berat berkat cinta, cinta yg tulus segalanya menjadi ringan, begitulah makna lagu itu sesungguhnya.
The Rollies - Kau Yang Kusayang - 1979
Anto
 
‘Camelia I’ yang ditulis pada tahun 1979. Dalam lagu ini Ebiet terlihat sangat kagum pada pesona pada seorang lelaki yang melintasi malam
Apa yg ada di lagu Ebiet G Ade sebenarnya tak hanya sekadar musik dan lagu melainkan sebuah kumpulan puisi.
Tak hanya menikmati alunan nada tapi juga menghayati keindahan kata.
Sebagai pengagum dan penikmat lagu2 Ebiet G Ade gw melihat lirik2 nya yg ada di semua lagu2nya banyak mengena di kehidupan sekarang sampai saat ini masih terasa.
Nama lengkapnya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far, nama "Ebiet" berasal dari pengalaman masa kecilnya saat mengikuti kursus Bahasa Inggris. Sang guru yg kesulitan memanggilnya dengan nama "Abid Ghoffar" akhirnya menyebutnya "Ebiet," karena dalam bahasa Inggris huruf "A" dibaca seperti "E." Nama tersebut kemudian melekat pada dirinya dan teman2nya mulai memanggilnya Ebiet. Sedangkan inisial "G." diambil dari nama keduanya, Ghoffar, dan "Ade" adalah singkatan dari nama ayahnya Aboe Dja'far.
Ebiet sebenarnya lebih tertarik menjadi penyair, dia sendiri tak pernah bercita-cita menjadi musisi atau penyanyi. Saat tinggal di Yogyakarta, ia sering nongkrong bersama seniman lainnya dari Persada Studi Klub, yg didirikan oleh Umbu Landu Paranggi, akhirnya membuatnya berani untuk lebih serius terjun ke dunia musik.
Persada Studi Klub, sebuah klub sastra yg diasuh penyair Umbu Landu Paranggi
Setelah beberapa kali ditolak oleh label rekaman, Ebiet akhirnya diterima di Jackson Record pada tahun 1979. Album2 yg dihasilkannya membawa warna baru dalam musik pop Indonesia, dan ia sempat merajai dunia musik pop tanah air pada tahun 1979-1983.
Puisi dan lagu Ebiet bertambah dasyat dengan kemasan musik yg diramu dengan sangat baik oleh Billy J Budiarjo.
Mendengarkan album2 Ebiet lagu demi lagu, tak hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat dengan pesan kemanusiaan, sosial, dan ketuhanan.
Lagu Lelaki Ilham Dari Surga adalah lagu yg bernuansa religius, dengan lirik yg jenius. Dalam suasana2 tertentu lagu ini membuat gw terharu mendalam membuat iman ini manjadi semakin kuat.
Tapi ada yg gw mau komen soal lagu dalam album Camelia 1 yg berjudul sama dengan albumnya Camelia 1 kalo didengar menurut gw Ebiet terinspirasi dari Feeling-nya Morris Albert. Perhatikan saja .....Dia.......(Feeling)........
Pada tahun 1986 setelah Jackson Record tutup, Ebiet mendirikan label rekamannya sendiri, EGA Records, yg menghasilkan tiga album sukses: Menjaring Matahari, Sketsa Rembulan Emas, dan Seraut Wajah.
Terkait lagu Menjaring Matahari menurut gw itu adalah seperti perkembangan dari lagu Camelia 1, nada chordnya pun sama
Dia.........
Kabut......
Hal ini mengingatkan akan lagu Rumah Kita God Bless dengan Seberkas sinar Nike ardilla.
Lebih baik disini .......
Seberkas cahaya terang .....
Ebiet G. Ade - Camellia 1 - 1979
 
Back
Top