Film Ratapan Anak Tiri (1973)

Ratapan_Anak_Tiri_(1973;_obverse;_wiki).jpg

di youtube ketemu film ini, dulu pernah nonton ini di zaman dimana nonton VCD masih bayar 100 rupiah per orang, cuman ikutan ortu aja, soalnya takut sendirian dirumah, heran aja lihat orang2 dewasa pada nangis nonton ini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ terus tadi saya nonton ulang secara skip skip di youtube, oooo... ternyata gitu. inti nya sih di film ini menggambarkan gimana citra ibu tiri, ya seperti soundtracknya kalau tidak salah yang menyanyikan Emilliaa Contesa: Betapa malang nasibku/ semenjak ditinggal ibu/Walau kini dapat ganti, seorang ibu/ibu tiri/... reff nya: Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja/Selagi ayah di sampingku, kupuja dan dimanja/ tapi bila ayah pergi, ku dinista dan dicaci/Bagai anak tak berbakti tiada menghiraukanku lagi.

hiyyaaa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

oh ya,
jenis filmnya ini tentu saja drama
sutradara nya Sandy Suwardi Hassan
pemain: Soekarno M. Noor, Faradilla Sandy, Tanty Yosepha, Bambang Irawan, Dewi, Rosaria Indah, Roldiah Matulessy, Tatiek Tamsil
durasi: 107 menit
tahun tayang: 1973
isi: ini sinopsis nya di wiki: Karena melanggar larangan dokter untuk hamil lagi, akhirnya isteri Yuwono meninggal saat mengandung anak ketiga. Yuwono lalu kawin dengan gadis bawahannya Ningsih ( Tanty Josepha). Harun (Bambang Irawan) teman sekantor Yuwono yang juga menaruh hati pada Ningsih, membalas dendam dengan memalsukan laporan keuangan Yuwono sehingga Yuwono masuk penjara. Harun juga memengaruhi kedudukan Ningsih sebagai ibu tiri, membuat Ningsih berbuat kejam terhadap kedua anak tirinya Netty (Dewi Rosaria Indah) dan Susy (Faradilla Sandy). Perlakuan kejam ibu tirinya membuat kedua anak itu kemudian meninggalkan rumah mencari ayahnya di tahanan. Sementara itu karena Yuwono terbukti tidak bersalah, akhirnya dibebaskan. Namun sesampai di rumah tidak menemui kedua anaknya. Yuwono berkeliling Jakarta mencari cari Netty dan Susy untuk akhirnya berjumpa.

Log in or register to view this content!

kelebihan dan kekurangan: Kelebihannya menguras air mata, (apa itu termasuk kelebihan ya? ๐Ÿ˜)
kekurangannya menurut saya agak nggak masuk akal, masa dari keluarga Yuwono atau pihak istrinya yg sudah meninggal itu nggak ada gitu yg mau jagain atau sekedar jengukin tu anak? guru sekolah dan tetangga nggak ada yg curiga hilangnya 2 manusia yang masih kecil itu? apalagi waktu itu tingkat kekepoan masyarakat masih cukup tinggi ya kan?

oh ya, BTW kayaknya saya ke skip deh, nasib ibu tirinya gimana ya terakhirnya?

kesimpulan: untuk yang mau nostalgia silakan ditonton, kalau untuk nyari hiburan, sepertinya film ini tidak menghibur, ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

nilai rekomendasi: 3/5
 
Back
Top