Puisi Legend

siscayuli

Enthusiast
Verified
Joined
Mar 27, 2017
Messages
73
Ratings
124
Points
50
Gender
Female
#2
Setuju, puisi "Aku" memang legend banget...
Salah satu puisi yang legend menurut saya judulnya "Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya" karya Taufik Ismail. Tau puisi ini karena ada di LKS kelas 2 SLTP, sampai sekarang kadang puisi ini masih terngiang-ngiang (halah)

Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya

“Tadi siang ada yang mati,
Dan yang mengantar banyak sekali
Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah
Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!
Sampai bensin juga turun harganya
Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula
Mereka kehausan dalam panas bukan main
Terbakar mukanya di atas truk terbuka

Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu
Biarlah sepuluh ikat juga
Memang sudah rejeki mareka
Mereka berteriak kegirangan dan berebutan
Sperti anak-anak kecil
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saja
‘Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan!’
Dan ada yang turun dari truk, bu
Mengejar dan menyalami saya
‘Hidup rakyat!’ teriaknya
Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar
‘Hidup pak rambutan!’ sorak mereka
‘Terimakasih pak, terimakasih!
Bapak setuju kami, bukan?
Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakan terimakasihnya
‘Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!’
Saya tersedu, bu. Belum pernah seumur hidup
Orang berterimakasih begitu jujurnya
Pada orang kecil seperti kita’.

1966
Taufik Ismai
 

okapetir

Greenhorn
Joined
Mar 13, 2017
Messages
21
Ratings
27
Points
35
Gender
Male
#3
Setuju, puisi "Aku" memang legend banget...
Salah satu puisi yang legend menurut saya judulnya "Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya" karya Taufik Ismail. Tau puisi ini karena ada di LKS kelas 2 SLTP, sampai sekarang kadang puisi ini masih terngiang-ngiang (halah)

Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya

“Tadi siang ada yang mati,
Dan yang mengantar banyak sekali
Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah
Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!
Sampai bensin juga turun harganya
Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula
Mereka kehausan dalam panas bukan main
Terbakar mukanya di atas truk terbuka

Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu
Biarlah sepuluh ikat juga
Memang sudah rejeki mareka
Mereka berteriak kegirangan dan berebutan
Sperti anak-anak kecil
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saja
‘Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan!’
Dan ada yang turun dari truk, bu
Mengejar dan menyalami saya
‘Hidup rakyat!’ teriaknya
Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar
‘Hidup pak rambutan!’ sorak mereka
‘Terimakasih pak, terimakasih!
Bapak setuju kami, bukan?
Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakan terimakasihnya
‘Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!’
Saya tersedu, bu. Belum pernah seumur hidup
Orang berterimakasih begitu jujurnya
Pada orang kecil seperti kita’.

1966
Taufik Ismai
di buku teks bahaa indonesia SMP kalo ga salah ini. kl di SD yg paling umum puisi karawang -bekasi :D
 

Hasan

Nostalgic
Verified
Joined
Nov 29, 2016
Messages
223
Ratings
331
Points
90
Gender
Male
#4
Kalau saya puisi yang saya inget :
- Aku karya Chairil Anwar
- Isa karya Chairil Anwar
- Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar karena ada di buku pelajaran Bahasa Indonesia
- Aku Ingin karya Sapardi Djoko Darmono karena ada di buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 SMA. Abis itu mulai cari - cari puisi yang lain.
 
Top