Film Max Havelaar (1976)

57e0e10678121.jpg

Produksi : PT Mondial Motion Pictures (Indonesia) & Fons Rademakers Produktie B.V. (Belanda)
Adaptasi : Gerard Soeteman, dari novel "Max Havelaar" karya Multatuli (a.k.a. Eduard Douwes Dekker)
Pemain : Peter Faber (Max Havelaar), Sacha Bulthuis (Tine), Rutger Hauer (Duclari), Krijn ter Braak (Verbrugge), Adendu
Soesilaningrat (Bupati Lebak), Rima Melati (Ny. Slotering), Maruli Sitompul (Demang), Herry Iantho (Saijah),
Nenny Zulaini (Adinda), Pietrajaya Burnama (Tuan Djaksa)
Sinematografi : Jan de Bont
Editor : Pieter Bergema

Bahasa :
Belanda & Indonesia

Log in or register to view this content!
Log in or register to view this content!
 
Last edited by a moderator:
Kesan saya terhadap film ini : (maaf lagi-lagi bukan ke ceritanya tapi ke trivianya)
- Melihat pertama kali aktris jadul Indo tahun 69-70an Marjolien Tambayong (akhirnya oleh Bung Karno diminta ubah nama jadi Rima Melati) berbahasa Belanda. Waktu itu saya rasa hebat banget bintang film Indonesia bisa bahasa itu. Eh, ternyata emang dari dulu dia sama mendiang suaminya, Frans Tumbuan sering ke Belanda dan syuting di acara TV berbahasa sana (ada di Yutub).
- Ini termasuk awal debut aktor Rutger Hauer dan kameramen Jan de Bont kerja di perfilman Belanda tapi syuting di Lebak-Jabar (kalo tidak salah). Setelah itu Rutger dan Jan expansi ke Hollywood dan terkenal di sana. Rutger main di Runner Blade, Batman Begins, Blind Fury dsb. Jan bikin film Speed, Twister, The Haunting dsb.
 
Kesan saya terhadap film ini : (maaf lagi-lagi bukan ke ceritanya tapi ke trivianya)
- Melihat pertama kali aktris jadul Indo tahun 69-70an Marjolien Tambayong (akhirnya oleh Bung Karno diminta ubah nama jadi Rima Melati) berbahasa Belanda. Waktu itu saya rasa hebat banget bintang film Indonesia bisa bahasa itu. Eh, ternyata emang dari dulu dia sama mendiang suaminya, Frans Tumbuan sering ke Belanda dan syuting di acara TV berbahasa sana (ada di Yutub).
- Ini termasuk awal debut aktor Rutger Hauer dan kameramen Jan de Bont kerja di perfilman Belanda tapi syuting di Lebak-Jabar (kalo tidak salah). Setelah itu Rutger dan Jan expansi ke Hollywood dan terkenal di sana. Rutger main di Runner Blade, Batman Begins, Blind Fury dsb. Jan bikin film Speed, Twister, The Haunting dsb.
Oohh pantesan kok merasa familiar dengan nama Jan de Bont, kalo Rutger Hauer memang udah tahu sering nongol di beberapa film Hollywood. Tapi perasaan Rima Melati di film ini tidak berbahasa Belanda loh.
 
- Melihat pertama kali aktris jadul Indo tahun 69-70an Marjolien Tambayong (akhirnya oleh Bung Karno diminta ubah nama jadi Rima Melati) berbahasa Belanda. Waktu itu saya rasa hebat banget bintang film Indonesia bisa bahasa itu. Eh, ternyata emang dari dulu dia sama mendiang suaminya, Frans Tumbuan sering ke Belanda dan syuting di acara TV berbahasa sana (ada di Yutub)..

nemunya klip ini mas @roadsterian, acara Belanda rumahan dengan bintang tamu pasangan Frans Tumbuan dan Rima Melati

Log in or register to view this content!
 
Last edited by a moderator:

jadi keinget lirik ini..dulu tiap hari dengerin..suaranya itu..khas banget..wkwkwkw..tengkyu mba @bebekhitam
......geef mij maar nasi goreng met een gebakken e..wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij...
 
Last edited by a moderator:

jadi keinget lirik ini..dulu tiap hari dengerin..suaranya itu..khas banget..wkwkwkw..tengkyu mba @bebekhitam
......geef mij maar nasi goreng met een gebakken e..wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij...
Artinya kira2 gini... berikan saya nasi goreng dan telur kukus (maksudnya telur ceplok, tapi harafiah dr gebakken adalah dimasak/dikukus)... dengan sambal dan krupuk dan segelas bir yg enak...
 
Last edited by a moderator:
Diangkat dari novel Max Havelaar, menggambarkan keadaan masyarakat Indonesia
liat judulnya langsung kebayang film seperti mad max, tak tahunya film Indo. tidak banyak yang bisa saya komentari di film ini, judulnya saja baru tahu. untuk kategori film ini genre nya apa yah.
 
liat judulnya langsung kebayang film seperti mad max, tak tahunya film Indo. tidak banyak yang bisa saya komentari di film ini, judulnya saja baru tahu. untuk kategori film ini genre nya apa yah.
Bisa dikategorikan genre fiksi semi-biography krn ini menggambarkan apa yg dialami penulis walaupun melalui sebuah karakter fiksi.
 
Saya ingat pernah nonton film ini di bioskop karena diwajibkan oleh sekolah.
Waktu 80-an anak sekolah suka diwajibkan nonton bioskop yang bertema perjuangan.
 

Latest posts

Back
Top