Hasmi (Harya Suraminata)

harya-suraminata-atau-hasmi.jpg
Harya Suraminata atau Hasmi lahir di Yogyakarta pada 25 Desember 1946.
Merupakan seniman sekaligus komikus ternama di tanah air.
Terlahir dengan nama Isman Surasa Dharmaputra. Namun karena sering sakit, namanya diganti menjadi Harya Suraminata atau Hasmi. Di kalangan sahabatnya, Hasmi kerap disapa Nemo.

Hasmi menempuh pendidikan dasar di SD Ngupasan 2 Yogyakarta kemudian melanjutkan ke SMP Bopkri 1 Yogyakarta. Setelah lulus SMP, Hasmi melanjutkan sekolah di SMA Bopkri 1 Yogyakarta dan mengenyam bangku kuliah di Akademi Seni Rupa Indonesia selama dua tahun.

Memiliki dua orang puteri bernama Ainun Anggita Mukti dan Bathari Sekar Dewangga.
Hasmi dikenal sebagai sosok sederhana dan berjiwa sosial tinggi. Hasmi juga dikenal sebagai sosok yang tak pelit ilmu dan mau berbagi keahlian baik di bidang menggambar komik ataupun seni peran.
Log in or register to view this content!
Di mata anak-anaknya, Hasmi adalah sosok penyayang. Sebagai seorang ayah, Hasmi selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga.

Hasmi aktif membuat komik sejak 1968 hingga 1995. Meja gambar di ruang tamu merupakan tempatnya berkarya. Hasmi adalah pencipta Gundala, karakter superhero paling terkenal dan disukai di Indonesia serta dijuluki sebagai Stan Lee-nya Indonesia.
Log in or register to view this content!
Hasmi telah menciptakan lebih dari 50 judul dan 200 jilid komik, terbanyak untuk komik superhero di antara para seniman lainnya di Indonesia.
Selain Gundala Putra Petir, Hasmi juga membuat komik lain seperti Kapten Mlaar dan Maza.
Log in or register to view this content!
Setelah tak lagi aktif membuat komik, Hasmi terjun ke dunia teater dan seni pertunjukan. Hasmi beberapa kali menulis naskah dan menyutradari pertunjukan teater atau boneka. Beberapa di antaranya adalah skenario untuk film 'Kelabang', 'Lorong Sesat' dan 'Harta Karun Rawa Jagitan'.
Tak hanya film, Hasmi juga menulis skenario untuk acara ketoprak di TVRI Yogyakarta.

Hasmi merupakan pembuat komik Gundala Putra Petir yang telah terbit sebanyak 23 judul dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969.
Komik ini terinspirasi dari legenda Jawa Ki Ageng Selo yang memiliki kesaktian menangkap petir.

"Saya memang terpengaruh genre superhero dunia saat itu. Tapi filosofi power-nya yang berupa petir itu saya ambilkan dari tokoh legenda Ki Ageng Selo yang diceritakan bisa menangkap petir. Sementara bentuk fisik Gundala, saya meniru The Flash," ujar Hasmi seperti dituturkan melalui Suara Merdeka 21 Juli 2005 lalu.
Log in or register to view this content!
Nama Gundala berasal dari kata 'gundolo' yang berarti petir sementara kostumnya diambil dari tokoh komik Flash Gordon.
Gundala Putra Petir berkisah tentang seorang peneliti bernama Sancaka yang menemukan serum anti petir. Sancaka terlalu berambisi dengan penelitiannya sehingga tidak menghiraukan kekasihnya, Minarti. Akhirnya Minarti yang tidak tahan dengan sikap Sancaka memutuskan untuk mengakhiri hubungan.

Sancaka yang merasa patah hati kemudian lari ke tengah hujan dan tersambar petir. Saat dalam keadaan koma, Sancaka ditarik oleh Penguasa Kerajaan Petir, Kaisar Kronz dan diberi kekuatan super. Kekuatan super Sancaka adalah dapat mengeluarkan petir dari tangannya. Sancaka akhirnya menjadi jagoan yang bertugas untuk menumpas berbagai kejahatan dengan sebutan Gundala.
Log in or register to view this content!
Hasmi pun seringkali menyelipkan humor dalam kisah Gundala. Pada judul Godam vs Gundala (Prashida, 1971) dikisahkan Gundala dan Godam tanpa sengaja tertukar kostum dan kekuatan super masing-masing. Masing-masing saling menuduh mereka palsu dan terjadilah perkelahian luar biasa. Warga Yogya yang menonton jadi bingung, kedua superhero itu kok bertarung. "Mungkin mereka berebut pacar," komentar seseorang.
Log in or register to view this content!
"Dulu sampai sekarang yang diingat itu adalah cerita dan adegan kocak yang khas bagi superhero lokal. Jadi, bisa saja Gundala investigasi sampai ke planet-planet lain, tetapi suatu ketika juga bisa menanyai tukang becak di Malioboro. Nah ramuan lokal yang kocak inilah yang bikin Gundala diterima pembacanya. Dialog-dialog dengan sahabatnya, Nemo, juga khas Yogyakartanan," kata Hasmi.
Log in or register to view this content!
Nemo ini adalah representasi Pak Hasmi dalam komik, Sosok Nemo ini benar-benar mirip Pak Hasmi dalam dunia nyata. Ia berprofesi sebagai pelukis, dalam dunia nyata Pak Hasmi komikus. Sampai komik tamat, Nemo enggak pernah tahu identitas asli Gundala adalah Sancaka.
Nemo juga diceritakan memiliki kegiatan yang sama dengan Hasmi. Sebelum menjadi komikus, Hasmi sempat main teater, serupa dengan Nemo yang diceritakan tampil di Teater Stemka dalam komik bertajuk Pengantin Buat Gundala (1977).
Log in or register to view this content!
Beliau mengatakan, Nemo dalam seri komik Gundala Putera Petir bukan sekadar tempelan. Karakter itu benar-benar memiliki ikatan dengan Gundala, baik dalam komik atau dalam dunia nyata. Tanpa ada 'Nemo' yang setia, tidak akan ada Gundala.

Komik Gundala Putra Petir akhirnya diangkat ke layar lebar untuk pertama kali dengan judul 'Gundala Putra Petir' pada 1981 dan digarap oleh sutradara Lilik Sudio.
Pada 2019, Gundala Putra Petir kembali diangkat menjadi film dengan judul 'Gundala'.
Film ini digarap oleh rumah produksi Bumilangit Studios bekerja sama dengan Screenplay Films dan Legacy Pictures serta disutradarai oleh Joko Anwar.
Berperan sebagai tokoh utama adalah aktor Abimana Aryasatya dan tayang di bioskop pada 29 Agustus 2019.
Film 'Gundala' berkisah tentang perjuangan menegakkan keadilan.
Saat beraksi, Gundala menggunakan kostum yang didominasi warna merah dan hitam. Seluruh mukanya tertutup topeng dan kacamata.

Komik-komik ciptaan Hasmi selama ini dikelola penerbit Bumi Langit. Perusahaan yang berkantor di Jakarta itu memproduksi ulang karakter-karakter pahlawan super ciptaan komikus legendaris Indonesia. Hampir semua karakter komik karya Hasmi dikelola Bumi Langit. Komik-komik ciptaan Hasmi yang diterbitkan di antaranya Gundala Putra Petir (1969), Maza, Pangeran Mlar, Merpati, Kalong Anak Kelelawar, dan Sembrani.

Perusahaan itu mengelola dan memasarkan komik ciptaan Hasmi ke toko-toko buku sejak 2003. Ada lima judul seri komik Gundala Putra Petir yang telah beredar di pasar, di antaranya Perhitungan di Planet Covox, Dokumen Candi Hantu, dan Operasi Gua Siluman.

Hasmi berpulang pada Minggu (6/11/2016) pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.
Hasmi menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama 10 hari karena komplikasi diabetes. Selain menderita diabetes, Hasmi juga mempunyai riwayat infeksi usus buntu.

Sumber 1 Sumber 2 sumber 3
 
Top