Apa pendapat kalian soal kebijakan sensor komik di indonesia?

hendriir

Enthusiast
Joined
Oct 10, 2020
Messages
48
Reaction score
74
Points
33
Gender
Male
Kl menurutku pas awal2 komik elexmedia masuk indonesia wahh sensornya lmyn parah nih,kyk samurai deeper kyo,get backers,mgk kalian tambahin nt bbrp judul yg kalian ingat...kl menurutku sensor yg berlebihan jd bikin gk nyaman pas dibaca gk tau menurut kalian,ya kl sekarang untung sdh ada level komik yg sdh ratenya lbh dewasa walaupun msh dewasa dlm batasan tertentu di indo sih hehe...beda sm di luar kl komik 17+ ya emang tuh komik tanpa sensor kyk aslinya,mgk kebijakan sensor di sini yg bikin komik2 ngetop kyk berserk sm kingdom gk diterbitin,mgk mereka bingung gmn nyensornya kok bnyk banget yg hrs disensor jd mending gk diterbitin atau bahkan ada yg sdh terbit jd hrs berhenti soalnya episode selanjutnya kok ternyata agk vulgar atau sadis ya macam komik vinland saga,high rise invasion...ya macet deh akhirnya tuh komik pdhl bagus banget ceritanya.
 

bebelily

Nostalgic
Kontributor
Joined
Jan 20, 2014
Messages
118
Reaction score
228
Points
148
Gender
Male
Sebagai penikmat komik, saya juga merasa kurang nyaman ketika membaca komik yang gambarnya dihitamkan karena ada adegan yang disensor.

Tapi ketika anak-anak sudah mulai menginjak remaja dan suka baca komik juga, sebagai orang tua saya jadi khawatir kalau dia baca komik yang tidak sesuai umurnya.

Jadi ya meskipun sensor bikin kurang nyaman dalam menikmati komik, menurut saya tetap diperlukan karena memang budaya kita berbeda dengan budaya negara asal komik itu. Setidaknya generasi penerus kita masih tetap bisa menikmati komik-komik dari luar, tapi masih sedikit terjaga dari pengaruh budaya kebebasan mereka.
 

ms00

Greenhorn
Joined
Feb 20, 2021
Messages
17
Reaction score
22
Points
21
Gender
Male
Menurut saya sih sangat mengganggu ya..
Kalau sensornya sekadar menggambar ulang adegan (yang aslinya "polos" lalu dikasih kutang/kain) sih masih gapapa walau kualitas gambarnya jauh dibawah gambar asli pengarangnya

Kadang itu gambar di crop atau bahkan beberapa gambar dihapus dan untuk adegan tertentu jadi berasa aneh, karena ada adegan cerita yang di skip dan membuat pembaca bingung

Mungkin ke depannya perlu KTP untuk membeli komik daripada disensor sebanyak itu dan merusak cerita
 

Rahmadchinda

Nostalgic
Donatur
Joined
Jul 10, 2021
Messages
125
Reaction score
196
Points
88
Gender
Male
Setuju dengan mas @bebelily , bagaimanapun adat ketimuran jgn sampai hilang dihati generasi penerus bangsa... Generasi harapan masa depan jgn sampai terkontaminasi dengan hal2 negatif dari luar, khususnya komik... Apalagi zaman skrg komik bukan hanya dalam bentuk buku saja, sdh zaman nya serba pakai gadget... Semisal webtoon... Masih ada Adegan2 dewasa yang begitu mudahnya di akses oleh anak dibawah umur... Orng tua skrg harus extra kontrol, penting bagi kita yg mungkin dikatakan generasi senja buat memberikan yg terbaik buat mereka.. 🙏
 

idanora

Retro
Scanlation team
Kontributor
Joined
Jun 23, 2015
Messages
459
Reaction score
2,010
Points
323
Gender
Female
Ada pula yg diblur habis nyaris satu kotak adegan. Knp tidak dihitamkan saja tokohnya ya biar jadi siluet 😆
Pompit yg Bandel di serial Pak Janggut malah ada adegan istri Nebudkanesar (atau Nebukadnesar? Maaf kalau salah sebut) lagi mandi, yg diintip Pompit melalui "jendela ke mana kau mau melihat" bisa lolos sensor, nggak dipakein kutang 😅
 

johonson

Nostalgic
Donatur
Joined
Oct 22, 2016
Messages
163
Reaction score
148
Points
115
Gender
Male
Sebenarnya aneh aja kenapa mesti disensor, seperti shizuka yg di dalam komik Doraemon. Padahal gw lihat masih ok dan aman2 aja. Itu mainan Barbie aja dari dulu malah gak pernah disensor2 dan sudah dimainkan byk anak2 di Indonesia dari dulu2. Tapi gw setuju dengan komik yg rada dewasa dan extreme mesti dikasih label buat dewasa. Karena kadang2 komik ala dewasa memang kurang bagus buat dibaca sama anak2 dibawah umur. Cara pemikiran anak2 umumnya masih polos dan bagusnya jangan dikasih masukan2 dan bacaan2 yg gak bagus.
 

FIRS

Enthusiast
Joined
Sep 22, 2021
Messages
62
Reaction score
72
Points
38
Gender
Male
Sensor di komik,
yang paling saya ingat ya di komik dragonball, di vol 1-2 masi lumayan ada vulgar2nya, apalagi kalo di kamesennin/mutenroshi sudah beraksi, wellehh..
Ada juga di doraemon, kalo yg ini sudah jelas pasti sasarannya si sizhuka, abis kerjaannya mandi terus, hehe
Di dua komik di atas, sensornya dengan cara dihitamkan bagian yg disensornya, dibikin seolah2 masi pke kemben ato clana pendek.

Sebenarnya kalo sasaran utama komiknya adalah anak2, saya setuju2 saja dengan pemberlakuan sensornya, asal tidak berlebihan seperti sensor di tv, sgala shizuka dan shandy pke bikini aja d sensor.

Tapi memang sekarang ini, komik2 terutama manga, sudah mulai menganggap biasa soal2 sexy ataupun lelucon2 mesum, ya ini juga memang perlu jadi perhatian, karena kadang/sekarang sudah sulit memfilter atau membatasi akses anak2 ke konten2 sperti tersebut, kalo di komik cetak resmi sih oke masih bisa di upayakan dengan sensor itu tadi,
Tapi sekarang budaya baca komik cetak semakin berkurang, dan lebih banyak yg baca digital di internet, nah ini yg susahnya.
Jangankan disensor gelap, malah terang terangan semakin diterangkan 😅
 

bayangan

Enthusiast
Joined
Sep 23, 2021
Messages
51
Reaction score
23
Points
28
Gender
Male
harus disensor klo kata saya mah.. secara komik itu pengarangnya dari negara lain yg memiliki perbedaan standar antara negara kita dg negara asal komik. bahkan komik dari asia pun ada yg menampilkan adegan vulgar atau sadis. sebagai contoh komik naruto. harus diakui, selain sisi ceritanya yang menarik, tapi di komik tersebut juga ada "kemesuman" jiraiya. selain itu, banyak kesadisan ditampilkan (pembunuhan, penusukan/penebasan dll). iya, komik tersebut sasarannya orang dewasa. mungkin klo meminjam istilah game, ratenya 13+ atau bahkan M. tetapi di indonesia belum ada kontrol dari seller untuk memfilter pembeli. setau saya baru komoditas tertentu yg diberlakukan filterisasi (rokok, alkohol, dkk), tapi itupun masih banyak lolosnya. maka dari itu, dri hilir sebaiknya disensor terlebih dahulu agar komik tersebut tetap aman jika nanti pada saat terdistribusi dibaca oleh anak-anak. cmiiw
 
Top