Sutradara : Nora Ephron
Bintang : Tom Hanks, Meg Ryan, Ross Malinger
Penulis : Jeff Arch, Nora Ephron, David S. Ward
Tanggal rilis : 25 Juni 1993
Durasi : 1 j 45 m
Menonton film ini, entah mengapa setelahnya saya merasa dejavu dalam porsi tertentu. Mungkin karena ada scene Sam Baldwin (Tom Hank) dan putranya Jonah, tinggal di rumah apung di tepian kanal West Union, Seattle yang menurutku nuansanya sendu dan tenang apalagi sambil duduk-duduk di pelataran kanal pada malam hari sambil mendengarkan radio dan memandang kerlap kerlip lampu kapal yang lewat...mengingatkanku akan kehidupan masa kecilku di Sungai Kapuas dulu.
Ini film drama romantis, bercerita tentang seorang duda, Sam Baldwin (Tom Hank)--yang sangat mencintai almarhumah istrinya--pindah dari Chicago ke Seattle di rumah apung di pinggiran kanal yang tenang bersama putranya, Jonah. Sering kali dia duduk termangu malam-malam di sebuah kursi di atas pelataran yang menghadap kanal. Jonah sangat sedih melihat ayahnya masih sendiri, dan berkeinginan agar sang ayah mencari pasangan lagi. Dan keinginan itu mendapatkan jalan pada malam natal ketika Jonah mendengarkan acara talk show radio yg disiarkan on air secara nasional bertema 'Keinginan dan impian para pendengar di malam Natal'. Segera saja Jonah menelpon dan live bersama sang penyiar, Dr. Marsha, yg mulanya mengira Jonah ingin menyampaikan impiannya, ternyata itu impian untuk sang ayah, yaitu agar ayahnya punya pasangan lagi. Lalu ujung ujungnya, Sam dipaksa ikut live dan disitu dia curhat betapa dia mencintai mendiang istrinya.
Nun jauh di belahan timur, di Baltimore, Annie (Meg Ryan) yang sedang menyetir sendiri malam-malam, ternyata juga mendengarkan acara talkshow ini, dan dia sangat tersentuh dan mulai bersimpati dengan sang duda ini walopun belum pernah bertemu secara fisik dengannya
. Ternyata bukan hanya dia saja tertarik dengan duda keren ini--seluruh penjuru tempat ternyata heboh dan para wanitanya berlomba-lomba untuk mendapatkan alamat sang duda keren ini. 
Bgi kita yang pernah merasakan era 90-an, tentunya sangat paham dan tak aneh bagaimana kita bisa jatuh hati pada seseorang hanya dengan mendengarkan suara lewat telepon atau lewat radio saja. Dan betapa spesial dan berbunga-bunganya hati kita ketika menerima sepucuk surat dari sesorang yang kita tunggu-tunggu. Cara orang-orang terkoneksi dalam filem inilah yang membuat saya merasa terikat secara emosi karena related dengan era saat saya muda dulu.
Sangat menyentuh sekali ketika kedua pasangan ini--dari belahan negara yang berjauhan-- akhirnya bertemu pertama kali secara tatap muka di dek observasi puncak Empire State Building di New York City pada malam Hari Valentine. Dan berakhir indah...
Akting Tom Hank dan Meg Ryan dalam film ini luar biasa romantis dan kemistrinya dapat banget. Tom yang memerankan Sam tampil sebagai duda yang menawan, rentan dan penuh perasaan--sementara Meg Ryan sbg Annie menampilkan akting yang tulus, polos dan penuh semangat. Dengan gaya rambut ikal khas 90-an, dia benar-benar cute.
Untuk film ini saya beri nilai 4,5 dari 5 ....

Bintang : Tom Hanks, Meg Ryan, Ross Malinger
Penulis : Jeff Arch, Nora Ephron, David S. Ward
Tanggal rilis : 25 Juni 1993
Durasi : 1 j 45 m
Menonton film ini, entah mengapa setelahnya saya merasa dejavu dalam porsi tertentu. Mungkin karena ada scene Sam Baldwin (Tom Hank) dan putranya Jonah, tinggal di rumah apung di tepian kanal West Union, Seattle yang menurutku nuansanya sendu dan tenang apalagi sambil duduk-duduk di pelataran kanal pada malam hari sambil mendengarkan radio dan memandang kerlap kerlip lampu kapal yang lewat...mengingatkanku akan kehidupan masa kecilku di Sungai Kapuas dulu.
Ini film drama romantis, bercerita tentang seorang duda, Sam Baldwin (Tom Hank)--yang sangat mencintai almarhumah istrinya--pindah dari Chicago ke Seattle di rumah apung di pinggiran kanal yang tenang bersama putranya, Jonah. Sering kali dia duduk termangu malam-malam di sebuah kursi di atas pelataran yang menghadap kanal. Jonah sangat sedih melihat ayahnya masih sendiri, dan berkeinginan agar sang ayah mencari pasangan lagi. Dan keinginan itu mendapatkan jalan pada malam natal ketika Jonah mendengarkan acara talk show radio yg disiarkan on air secara nasional bertema 'Keinginan dan impian para pendengar di malam Natal'. Segera saja Jonah menelpon dan live bersama sang penyiar, Dr. Marsha, yg mulanya mengira Jonah ingin menyampaikan impiannya, ternyata itu impian untuk sang ayah, yaitu agar ayahnya punya pasangan lagi. Lalu ujung ujungnya, Sam dipaksa ikut live dan disitu dia curhat betapa dia mencintai mendiang istrinya.
Nun jauh di belahan timur, di Baltimore, Annie (Meg Ryan) yang sedang menyetir sendiri malam-malam, ternyata juga mendengarkan acara talkshow ini, dan dia sangat tersentuh dan mulai bersimpati dengan sang duda ini walopun belum pernah bertemu secara fisik dengannya
Bgi kita yang pernah merasakan era 90-an, tentunya sangat paham dan tak aneh bagaimana kita bisa jatuh hati pada seseorang hanya dengan mendengarkan suara lewat telepon atau lewat radio saja. Dan betapa spesial dan berbunga-bunganya hati kita ketika menerima sepucuk surat dari sesorang yang kita tunggu-tunggu. Cara orang-orang terkoneksi dalam filem inilah yang membuat saya merasa terikat secara emosi karena related dengan era saat saya muda dulu.
Sangat menyentuh sekali ketika kedua pasangan ini--dari belahan negara yang berjauhan-- akhirnya bertemu pertama kali secara tatap muka di dek observasi puncak Empire State Building di New York City pada malam Hari Valentine. Dan berakhir indah...
Akting Tom Hank dan Meg Ryan dalam film ini luar biasa romantis dan kemistrinya dapat banget. Tom yang memerankan Sam tampil sebagai duda yang menawan, rentan dan penuh perasaan--sementara Meg Ryan sbg Annie menampilkan akting yang tulus, polos dan penuh semangat. Dengan gaya rambut ikal khas 90-an, dia benar-benar cute.
Untuk film ini saya beri nilai 4,5 dari 5 ....
