Silahkan rekomen karya sastra luar negeri (novel, komik, lagu, film) baik jadul atau non jadul. Bisa juga disertai opini pribadi atau orang lain (dgn mencantumkan sumbernya)
Perjalanan ke Barat (西遊記), di Indonesia dikenal sebagai Kera Sakti adalah sebuah karya sastra terkenal dari zaman Dinasti Ming. Novel ini menceritakan banyak mitologi klasik pertentangan antara baik dan buruk. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, novel ini dikenal dengan nama See Yu Ki yang merupakan pelafalan bahasa Hokkien. (wikipedia)
Ceritanya adalah kisah mitologis tentang perjalanan biksu Buddha Tong Sam Cong/Xuanzang (Tripitaka), dan murid-muridnya, yaitu Sun Gokong si Kera Sakti, Cu Pat Kai/Zhu Bajie si manusia setengah babi, dan Sha Wujing si pendeta, yang melakukan perjalanan ke Barat (India) untuk mengambil kitab suci Buddha.
Novel ini berisi banyak cerita yang menghibur tentang melawan musuh-musuh jahat sepanjang perjalanan. Namun, terdapat juga puisi-puisi misterius yang disematkan dalam setiap babnya yang membuat referensi terhadap kitab-kitab Daoisme dan Buddhisme.
Makna Xuan yang didefinisikan dalam Dao De Jing dalam konteks novel ini , memperlakukan semua kitab suci Daoisme dan Buddhisme sebagai teori untuk mengembangkan pikiran. Pikiran dapat beroperasi dalam dua keadaan mendasar. Dalam keadaan 'kosong', pikiran menyatu dengan realitas sekitarnya dan dapat memahami kebenaran. Di sisi lain, dalam keadaan 'isi', pikiran membangun dunia berdasarkan konsep-konsep yang sudah ada sebelumnya. Kedua sisi pikiran ini dihubungkan oleh Xuan, yang memiliki akses ke keduanya.
Dengan mengidentifikasi Sun Gokong dengan Xuan, dan Tripitaka dengan "pikiran kosong", Journey to the West menyajikan teori pikiran rinci yang menempatkan kepentingan yang sama pada kedua kemampuan pikiran untuk mencapai pencerahan. (sumber: national geographic Indonesia)
Kisah Tiga Negara (三國演義, Bahasa Inggris: Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Tiongkok, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.
Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong (羅貫中), seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.
Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. (wikipedia)
Mengapa periode Tiga Kerajaan begitu terkenal?
Apa yang membuat periode Tiga Kerajaan begitu memesona adalah bahwa periode itu menjadi zaman kepahlawanan dan romansa yang hebat. Hal ini dipandang oleh orang Tionghoa sebagai zaman keemasan. Namun bukan karena pemerintahan yang baik atau puisi dan seni yang berkembang, tetapi itu adalah masa keemasan petualangan besar.
Alasannya, antara lain, karena para pahlawan periode ini bukanlah cendekiawan, pejabat politik, atau kaisar. Mereka adalah orang-orang militer yang terkenal kecerdasannya, alih-alih kekuatan yang menghancurkan.
Di masa ini, memenangkan pertarungan dengan tidak berperang dianggap sebagai pencapaian luar biasa seorang pahlawan.
(sumber: national geographic Indonesia)
Batas Air/水浒传 adalah salah satu dari Empat Novel Klasik Tiongkok, dikenal di Indonesia dengan judul Batas Air, Tepi Air, atau 108 Pendekar Liang Shan, menceritakan 108 pahlawan pemberontak yang melawan korupsi di Tiongkok Dinasti Ming, terkenal karena gaya bahasanya yang awam dan kisah epik perjuangan melawan ketidakadilan sosial.
Ada satu novel klasik lagi yg dianggap sbg karya besar kelima yaitu The Golden Lotus (Jin Ping Mei). Kisahnya sendiri adalah spin off dr salah satu kisah Batas Air yaitu yg terkait dengan Wu Song (si pembunuh harimau). ini ceritanya agak2 strictly adult material
salah satu dari karya sastra besar cina bersama dengan Batas Air/108 Pendekar Lu Liang San, Perjalanan Ke Barat/Kisah Sun Go Kong, dan Impian paviliun Merah.
Impian paviliun Merah (Hong Lou Meng)
Cerita berpusat pada kisah cinta Jia Baoyu dan Lin Daiyu. Seluruh alur kisah dalam buku ini berjalan melalui hal ini. Bagaimana Jia Baoyu dan Lin Daiyu berjuang untuk kebebasan cinta, kebebasan perkawinan, dan kebebasan pribadi yang bertentangan dengan etika dan sistem feodal yang berlaku saat itu. Kisah ini berakhir dengan perlawanan radikal Jia Baoyu dan Lin Daiyu terhadap tekanan feodal dan tragedi cinta mereka.
Novel ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Impian di Bilik Merah oleh penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), cetakan pertama tahun 1989. Kemudian cetakan dan sampul baru diterbitkan lagi oleh Bhuana Sastra (imprint dari BIP) pada tahun 2013 sebanyak 2 jilid. Versi komik diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1993 yang terdiri dari 3 jilid, dengan judul Impian dari Paviliun Merah.