Permainan masa kecil sambil menunggu buka puasa

Felicia23

Greenhorn
Joined
Mar 20, 2025
Messages
24
Gender
Male
Di daerah ku ada 2 permainan yang paling sering di mainkan saat kecil dulu sambil menuggu waktu berbuka puasa.
1. Meriam bambu
Anak era 90-an tentu sudah tidak asing dengan permainan yang satu ini, meriam bambu. Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisional cukup populer di seluruh wilayah nusantara. Selain disebut dengan istilah Meriam bambu, di berbagai daerah permainan ini dikenal juga dengan nama bedil bambu, mercon bumbung, long bumbung, dan seterusnya.
Tak seperti meriam sungguhan yang terbuat dari baja, meriam ini lebih bersifat tradisional, di mana bilah bambu adalah bahan bakunya. Untuk meledakkannya pun tak menggunakan peluru, melainkan pakai karbit dan minyak tanah.
bambu-3.jpg

2. Mercon/petasan BUSI
Mercon busi kadang disebut mercon cupang serit karena bentuknya mirip dengan ikan cupang yang punya ekor berumbai. Sesuai namanya, mercon busi ini terbuat dari busi motor bekas. Meski terbuat dari bahan bekas, mercon yang satu ini tak kalah seru dari mercon atau petasan biasa. Menariknya lagi, mercon busi ini juga bisa dipakai berulang-ulang. Jadi meski sudah meledak beberapa kali, mercon yang satu ini masih bisa kamu mainkan

maxresdefault.jpg
 
Last edited by a moderator:
Menunggu Dung/Dhul
Jaman SD, sambil menunggu tanda buka puasa berupa bom udara, yang dinyalakan dari Masjid Kauman Ungaran (biasanya oleh alm. mbah Mahmud), saya biasa main dengan tetangga di dekat sawah, karena dari pinggir sawah bom udara akan terlihat letusannya (di langit) lebih jelas, tidak tertutup pohon. Bisa sambil bersepeda, atau sekedar jalan bareng2.
Menurut sejarah, tanda buka puasa berupa letusan dimulai oleh Mesir. Yaitu melalui tembakan meriam. Tradisi ini kemudian menyebar ke negara2 lain. Di Indonesia yg digunakan adalah bom udara, semacam petasan besar, setelah disulut di sebuah tabung (kayak mortir ya?), petasan ini meledak, ledakan ini melemparkan bagian petasan ke udara, di udara bagian petasan yg meluncur ini meletus Dhul menggelegar. Bentuknya seperti gumpalan awan kinton hitam. Suaranya terdengar kemana-mana.
Tahun 1983 kegiatan ini dilarang, menyusul larangan petasan. Di banyak tempat digantikan dengan suara sirine, sampai sekarang. Mungkin sekarang sebutannya Menunggu Ngeng.
 
Back
Top