Karya Terakhir Ganes TH Yang Tidak Diterbitkan Semasa Hidupnya (Mayat Cemburu)

Jun123

Enthusiast
Kontributor
Joined
May 17, 2022
Messages
62
Reaction score
55
Points
53
Gender
Male
20220524_053749.jpg 20220524_053827.jpg

REO Manusia Serigala adalah salah satu tokoh komik karya mendiang Ganes TH. Reo digambarkan sebagai manusia yang dipelihara Serigala yang dilatih oleh Si Buta dari Gua Hantu.

Kisah Reo pada komik seri Mayat Cemburu adalah salah satu karya terakhir Ganes TH yang belum sempat diterbitkan hingga dirinya tutup usia. Dan kini ditahun 2022 karya tersebut akhirnya diterbitkan oleh PT Bumilangit.
____________

Berikut ini Catatan Pengantar pada komik Mayat Cemburu yang ditulis oleh Henry Ismono:

Gajah mati meninggalkan gading, komikus tiada meninggalkan karya komik. Bagi komikus sekelas Ganes, ia tidak meninggalkan goresan gambar ekspresif dan cerita semata, tapi sebuah kisah yang akan terus dikenang penggemarnya. Komikus kelahiran Tangerang, 10 Juli 1935 ini bukan pula sekadar meninggalkan tokoh Si Buta dari Gua Hantu dan Reo yang fenomenal itu, tapi ia harus dikenang karena karyanya sarat dengan nilai religius dan kemanusiaan, Spirit karyanya akan selalu kontekstual dengan situasi zaman.

Karya Ganes bakal berusia lebih panjang lagi karena kini PT. Bumilangit serius mengelola karyanya dan mengembangkannya. Selain mencetak ulang komik klasiknya, PT Bumilangit juga menerbitkan kisah Si Buta lewat tangan kreatif para komikus muda. Lebih jauh, karya Ganes ini juga akan dialihwahanakan ke bentuk film.

Ketika Ganes berpulang pada 8 Desember 1995 silam, ia masih meningalkan jejak karya yang belum sempat terbit. Komik itu berjudul Mayat Cemburu. Ganes menggarap komik ini untuk penerbit Mutiara. Hanya saja komik yang diperkirakan dibuat Ganes tahun 1989 ini batal terbit karena redupnya penerbitan komik di masa itu.

Zaman berganti, komik era Ganes Th sempat terlupakan. Persewaan komik yang di masanya bertebaran di mana-mana, tutup lantaran tak ada lagi komik terbitan baru dan tak ada lagi pembacanya, Sampai akhirnya tahun 2000-an, mulai bermunculan kolektor komik yang memburu komik-komik lawas itu.

Para kolektor tidak sekadar memburu komik lawas tapi lebih jauh juga mencari naskah asli. Salah satu kolektor dan penggiat komik bernama Dedi Sugianto merasa beruntung ketika ia berhasil mengoleksi komik Mayat Cemburu yang belum terbit itu. Meski bukan berupa artwork tapi plat film, ia menyimpannnya sebagai sebuah benda koleksi yang sangat berharga.

Saya merasa beruntung saat proses penulisan buku Ganes Th Sang Pendekar Kemanusiaan tahun 2018, Dedi menghadiahi saya koleksinya yang sudah ia ubah berupa file digital itu. Katanya, file Mayat Cemburu itu bisa memperkaya dan menjadi salah satu daya tarik buku Ganes. Kebetulan saat itu saya, Dedi, Sutrisno, dan Rully Andreas bergabung dalam Kelompok Kaji Cergam yang menerbitkan buku tentang tokoh komik Indonesia.

Dalam buku Ganes itu, kisah Mayat Cemburu saya tulis dalam satu bab tersendiri. Komik ini merupakan serial petualangan Reo Manusia Serigala. Sekadar mengingatkan, Reo muncul pertama kali tahun 1969 lewat episode Si Buta bertajuk Manusia Serigala dari Gunung Tambora tahun 1969, Pada tahun 1972, Ganes mulai menampilkan Reo dalam kisah tersendiri, lepas dari Si Buta, sekaligus mengisi kekosongan tentang hadirnya pendekar cilik. Yaitu lewat komik berjudul Neraka Hijau. Buat pencinta komik, kehadiran Reo menjadi sangat mengesankan. Sebab, di masanya Reo adalah satu-satunya pendekar cilik yang muncul secara serial. Setelah Neraka Hijau, Ganes Th kembali mengisahkan Reo dalam lakon berjudul Komodo (1975), Hantu Kawah Rinjani (1976), Kontra Serigala Hantu (1979), dan Zomba (1984).

Komik Mayat Cemburu terinspirasi dari film horror komedi berjudul Mr Vampire yang rilis tahun 1985. Seirama dengan napas filmnya, Ganes pun menggarap komik ini dengan desain silat humor dan tetap dengan semangat karyanya yaitu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Mengingat komik ini begitu penting, saya beberapa kali mendorong Dedi untuk menerbitkan komik ini, tentu dengan seizin ahli warisnya. Namun, sampai Dedi meninggal Desember tahun 2020 lalu, komik ini belum kunjung terbit. Sampai kemudian saya, Sutrisno, Rully dan kakak tercinta Dedi, Janne Oeij Lie Lian, sepakat membentuk kelompok kecil bernama Sahabat Dedi yang bertujuan membuat tribute untuk Dedi.

File Mayat Cemburu yang sekian tahun tersimpan di laptop, saya buka kembali. Kebetulan, koleksi plat film milik Dedi tak ditemukan. Begitulah, kami menghubungi Andy Wijaya, selaku direktur PT. Bumilangit Comic Media untuk menjalin proses kerja sama. Kini Sahabat Dedi bekerja sama dengan PT. Bumilangit yang mengelola karakter Si Buta dan Reo, tentu seizin Gienardy Santosa, putra Ganes, pun sepakat menerbitkan Mayat Cemburu.

Naskah Mayat Cemburu sayangnya tidak lengkap, hilang 4 halaman dari halaman 61 sampai 64, Namun, berdasarkan kesepakatan dengan Andy Wijaya dan Gienardy Santosa, kami membiarkan terbit apa adanya. Semoga terbitnya komik ini menjadi obat dahaga bagi pencinta komik yang merindukan karya agung Ganes Th. Sekaligus komik ini juga menjadi pengingat bahwa kita pernah memiliki sahabat kolektor komik bernama Dedi Sugianto yang terus mencinta komik sampai akhir hayatnya.

Henry Ismono, Galeri Cergam, Oktober 2021

_____________

Pendapat pribadi saya, buku fisik komik ini wajib di koleksi oleh para penggemar karya2 ganesh TH šŸ˜€šŸ‘
 
Last edited by a moderator:
Top